Pilwali (Pilihan Walikota) Surabaya
sebentar lagi nih, kira-kira siapa yang bakal menentukan tongkat estafet
pemerintahan Kota Surabaya ya? Apakah akan ditunda hingga 2017 atau akan ada
pilihan walikota yang akan melawan Ibu Walikota tercinta Ibu Tri Rismaharini
Suasana pilwali kali ini cukup membuat
warga surabaya risau karena adanya permainan politik pada pilwali Surabaya
2015. Lawan Risma yaitu Rasiyo-Abror gagal masuk ke pilwali Surabaya 2015
dikarenakan gagal memenuhi syarat administrasi yang di berikan KPU. Kabar ini
cukup membuat masyarakat Surabaya kecewa dikarenakan bila Risma tidak ada
lawannya pada Pilwali ini bisa dikatakan Pilwali akan ditunda hingga 2017 dan
ini sangat merugikan masyarakat.
Karena isu pilwali yang lagi booming di
masyarakat Surabaya, kali ini mimin bakalan bahas siapa saja sih yang pernah
memimpin Kota Pahlawan ini dari Jaman Balanda hingga sekarang, setiap walikota
memiliki cara tersendiri dalam memimpin Surabaya. Berikut adalah nama-nama
tokoh yang memimipin Surabaya :

1. Mr. A. Meijroos dilatik pada tahun 1916 dan
masa jabatannya habis pada tahun 1920. Dia dilantik setelah sepuluh tahun
Pemkot Surabaya atau Gemeente Van Soirabaia dibentuk. Kala itu jabatannya
adalah Soerabaia Burgemeester. Namun dia sejatinya tidak memberi banyak
perubahan. Dia seorang administratur. Tugasnya masih menata sistem di
masa-masa pertama kota ini baru, menggali sumber pendapatan, dan lain-lain.
Fondasi yang dibangun di Surabaya itupun dianggap berhasil karena paska pensiun
dari Surabaya tahun 1921 dia diangkat jadi wali kota Batavia alias Jakarta.

2. Wali Kota kedua Surabaya GJ Dijkerman yang
merevolusi perwajahan Surabaya. Dia yang merancang tata kota Surabaya dan
membangun sejumlah bangunan dan kawasan yang monumental hingga sekarang. Tidak
hanya kokoh namun juga indah. Dialah yang merancang perlunya membangun balai
kota yang berdiri hingga sekarang. Dia memanggil arsitek top C Citroen dan
mengundang pemborong raksasa HV Hollandsche Beton Mij. Biayanya disiapkan 100
gulden untuk kompleks gedung raksasa. Namun baru bagian belakangnya yang
rampung karena krisis. Bagian yang sekarang menjadi balai kota. Bagian depannya
tidak pernah dibangun. Bersama arsitek Citroen, dia menyulap sejumlah bangunan
menjadi artistik, diantaranya Jembatan Gubeng, Jembatan Wonokromo (sudah
hilang). Menata kawaswan industri di Ngagel, menata permukiman elit di Darmo
dan Ketabangkali. Dan lain-lain.

3. HI Bussemaker diangkat pada 1929. Dialah
walikota Malang pertama tahun 1908. Dia yang menata malang sebagai kota villa.
Karakternya yang sama dengan pendahulunya menjadikan Surabaya lebih teratur di
tangan Bussemaker. Dialah yang merancang sistam transportasi menjadi lebih
tertib, seperti di Eropa, menata lagi jalur tram peninggalan lama, dokar,
taksi, dan lain-lain. Bussemaker, menggedok Peraturan Pengangkutan Orang dengan
Taksi di Surabaya, Provinciaal Blad 1929 No. 2 pada 29 Mei 1929. Sistem
angkutan massa yang sekarang tidak dipakai lagi.

4. Surabaya semakin lengkap, setelah fisik
tertata, wali kota berikutnya WH van Helsdingen bukanlah seorang
perancang tata kota, namun ahli hukum. Dia eks ketua Volksraad di
Hindia-Belanda, merancang sejumlah undang-undang. Saat itulah penegakan hukum
kota ini membaik antara 1936-1942.
5.Pada
bulan Januari 1942, burgemeester alias wali kota Surabaya diberikan
kepada Mr.W.A.H.Fuchter. Uniknya umurnya hanya satu bulan memerintah, karena
pada februari Jepang masuk ke Indonesia. Dan Fuchter ditawan sebelum
meninggalkan balai kota. (Maaf gak ada fotonya ya :D, mimin udah googling dan
gak nemu).

6. Semasa Jepang, bukan orang Jepang yang
memimpin namun seorang Indonesia berdarah Batak. Radjamin Nasution. Dia
adalah Karyawan pribumi yang cukup berwibawa di Gementee waktu itu. Nama
lengkapnya Radjamin Nasution Gelar Sutan Komala Pontas, seorang ningrat tanah
Mandailing. Namun hanya menjadi pejabat wali kota singkat dia diangkat Februari
hingga September 1942. Dia mengantikan Mr. W. A. H. Fuchter yang ditangkap oleh
Jepang
7. Setelah
itu diangkat militer jepang sebagai wali kota. Takahashi Ichiro dengan sebutan Shi
Tyo, Radjamin menjadi wakil wali kota. Tidak ada kisah apapun selama masa
Jepang. Saat Indonesia merdeka Radjamin kembali menjadi wali kota. Dia
disibukkan dengan perang. Menyiapkan amunisi, hingga mengirim gaji karyawan di
pengungsian di pelosok Jatim.
8. Paska
Radjamin, Mr Indrakoesoema menjadi wali kota di luar balai kota. Indra adalah
hakim di Pengadilan Surabaya. Dia menjadi wali kota hanya tiga bulan dari bulan
Desember 1945 hingga Februari 1946. Dia diganti Mr Soerjadi hingga lima tahun.
Dia disibukkan urusan perang dan tata pemeritahan yang amburadul.
9. Pada
1950, wali kota dijabat Doel Arnowo. Pejuang paling tersohor. Dia tokoh yang
pernah jabatan Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) Keresidenan Surabaya pada
27 Agustus 1945. Doel-lah yang mendorong agar Surabaya menjadi kota pahlawan
dijamannya Tugu pahlawan dibangun.
10. Tahun 1952,
wali kota dijabat Moestadjab Soemowidagdo. Namanya lebih akrab karena menjadi
nama jalan di depan balai kota. Di masa pemerintahan Moestadjab pembangunan
Surabaya dimulai lagi.
11.R Istidjab
Tjokrokoesoemo (1956-1958)
12. Dr R Satrio
Sastrodiredjo (1958-1964)
13. Moerachman,SH
(1964-1965)
Dua
nama terakhir tampaknya semakin dilupakan. fotonmya tidak pernah dipasang di
balai kotaIni karena keduanya adalah politisi PKI. Organisasi yang kelak
dilarang. 27 September 1965, Surabaya dikejutkan oleh demonstrasi PKI
yang dikoordinasi BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita) Cabang Surabaya
dipimpin Ny Moerahman. Massa PKI menurut versi militer merencanakan membunuh
Gubernur Wiyono karena dicap "Setan Kota" Gedung Negara (Grahadi)
dikepung. Saat itulah Moerahman digulingkan dan ditangkap.

14. Kolonel
R.Soekotjo (1965-1974). Beliau diyakini peneliti belanda Poeze sebagai
pembunuh Paklawan Nasional tan Malaka.

15. Kolonel HR
Soeparno (1974-1979)
16. Kolonel CPM
Drs Moehadji Widjaja (1979-1984).

17. Berikutnya
Kolonel dr.H.Poernomo Kasidi yang memerintah dua kali masa jabatan hingga tahun
1994. Inilah wali kota pertama yang mengubah wajah kota pra kemerdekaan. Dialah
yang merancang rumah rumah susun. Memperbaiki semua kampung kumuh, menata
sanitasi dan drainase kota. Makanya dia dijuluki wali kota got karena saban
hari menyusuri setiap selokan. Dialah yang menciptakan pasukan kuning dan
berorientasi kebersihan kota.

18. Kolonel H.Sunarto Sumoprawiro menjadi wali kota berikutnya. Ini dia
wali kota paling kontroversial. Dia peduli wong cilik sekaligus akrab
dengan pemodal. Di masanya para PKL begitu dimanja. Tidak pernah
digusur. Namun banyak sekali aset pemerintah kota dijual, ditukar guling
bahkan disewakan hingga puluhan tahun. Di jamannya, banyak kebijakan
populis muncul. Namun akhir jabatan Sunarto tragis. Dia
sakit dan diberhentikan oleh DPRD Kota Surabaya sebagai wali kota
diganti wakilnya Bambang DH. Banyak lawan politik Bambang menduga, Ada
upaya merancang penggulingan Cak Narto dengan momen sakit dan menutup
LPA Keputih sehingga Surabaya menjadi tidak terurus dengan sampah.
19. Sejak Juni
2002, Bambang diangkat sebagai Wali kota untuk menghabiskan sisa masabakti
pasangan Narto-Bambang hingga 2005. Masa itu disibukkan dengan urusan rebutan
politik. Lima tahun kemudian 2005-2010 Bambang menggebrak. Dia banyak menggarap
isu populis, menata drainase kota secara besar besaran untuk menolak banjir,
menata taman taman kota, memperbaiki sekolah, rumah sakit, dan terminal,
menggratiskan biaya sekolah dasar menangah. Bahkan lebih banyak lagi.

20. Pada tahun
2010-2015 walikota selanjutnya adalah Tri Rismaharini. Bu risma cukup menarik
simpati masyarakat Surabay dengan berbagai perubahan. Adapun perubahan Kota Surabaya
seperti adanya “Taman Sakura”, “Hutan Bambu”, “Surabaya Carnival Night Market”,
dan lain-lain. Beliau berani mengambil keputusan untuk menutup Dolly (Pusat
Lokalisasi terbesar se-Asia). Selain itu beliau juga sangat dicintai oleh warga
Surabaya dengan kepeduliannya akan lingkungan, sidak ke jalan secara tiba-tiba,
hal yang paling membaganggakan adalah ketika beliau mendapatkan penghargaan
berturut-turut dari dalam negeri maupun luar negeri. Beliau adalah walikota
Surabaya perempuan pertama.
Siapakah selanjutnya
Walikota Suroboyo? Kita tunggu 9 Desember 2015 mendatang. Ojok lali nyoblos
rek. Suoromu isok gae perubahan nang suroboyo. Sopo ae calonne initine ojok
kampanye ireng lan ojok golput rek
sumber :
- http://www.transsurabaya.com/2010/08/nama-nama-walikota-surabaya-sejak-tahun-1916/
- https://www.facebook.com/notes/sawoong-soerabaia-poenja-gaia/kisah-para-wali-kota-surabaya-dari-masa-ke-masa/438990349015