Surabaya sebagai kota
pahlawan menyimpan banyak sekali sejarah. Sejarah yang paling terkenal adalah
ketika pasukan Belanda menyerang kota Surabaya setelah kemerdekaan, hal yang
membuat para rakyat Indonesia takjub adalah ketika Bung Tomo dan para
pasukannya hanya menyerang Belanda dengan Bambu Runcing sedangkan Belanda
dengan peralatan perang yang cukup canggih kala itu dapat terkalahkan, Jendral
mereka yaitu AWS. Malabi pun tewas ditangan arek-arek Suroboyo.
Itulah yang membuat
arek Suroboyo khusunya Bonek terkenal nekat dan pemberani karena memang
arek-arek Suroboyo memiliki jiwa pantang menyerah dan tak takut dengan apapun. Balik
lagi pada hari pahlawan nih, Surabaya adalah salah satu kota didunia yang
dijuluki kota pahlawan karena aksi heroik melawan pasukan belanda. Surabaya selalu
identik dengan julukan kota pahlawan maka dari itu peringatan hari pahlawan di
Surabayapun sangat meriah.


Hari Pahlawan
sendiri diselenggarakan setiap tanggal 10 November untuk
memperingati Pertempuran Surabaya antara
milisi nasionalis Indonesia dan Sekutu, yang merupakan konflik bersenjata skala besar pertama
antara Indonesia dan
pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pahlawan)
Bulan
November adalah bulannya arek-arek Suroboyo. Surabaya memiliki berbagai
rangakaian acara dalam memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10
November tersebut. Banyaknya hiburan serta diskon yang ditawarkan diberbagai
mall di Surabaya sangat membuat masyarakat Surabaya terhibur.
Salah satu
kegiatan yang dilaksanakan menjalang hari pahlawan adalah Parade Juang Suarabaya
yang dilaksanakan pada hari Minggu (8/11) pukul 13.00 hingga 16.00, startnya
adalah di Monumen Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Surya (Depan gedung
Grahadi Surabaya).




Sekita
5.000 lebih warga Surabaya memadati jalan dari tugu pahlawan hingga taman
surya. Parade juang ini adalah cuplikan teaktrikal perang di
daerah Viaduk, Tugu Pahlawan, di Alun-Alun Contong, perang heroisme tokoh Madun
di Kawasan Siola, dan perang 10 november 1945 di depan Gedung Negara Grahadi,
dan berakhir di Taman Surya.
Pada parade ini komunitas Roodebrug Soerabaya tersebut akan memberikan
replika plakat prasasti perang Alun-Alun Contong yang hilang. Prasasti dari
perak ini sekarang hilang dicuri. Selain itu pada parade kali ini ada 10
tank yang melintas dan melaju pada jalur parade. Dan ada iring-iringan laskar
sepeda kuno, mobil kuno, peserta pawai dari berbagai instansi serta akan
diiringi oleh musik dari pasukan drum band.



Ajang yang akan
memasuki tahun ketujuh tersebut merupakan upaya menekankan pesan kepada
generasi muda bahwa kemerdekaan Republik Indonesia bukan semata-mata pemberian
dari Jepang. Namun, merupakan perjuangan dari arek-arek Suroboyo.
sumber foto : https://www.facebook.com/shandystkevin?fref=ts
toko viagra
viagra asli
pil biru
viagra jakarta
jual viagra
obat viagra
agen viagra
hagra viagra
jual viagra asli di jakarta
obat viagra
penjual viagra asli
penjual viagra